Penyusun: Tim Pokja Perencanaan Desa Kaligawe  

Sejarah Desa

Administrator | 04 Juni 2021 15:38:09 | 1.692 Kali

LEGENDA DESA KALIGAWE

          Dahulu kala di sebuah daerah yang berbukit-bukit dengan aliran sungai yang jernih terdapat sekelompok penduduk . Diantara masyarakat tersebut di tokohkannya nama kyai Tunggul Wulung,dan mbah Joyo. Konon diceritakan bahwa Kyai Tunggul Wulung dan mbah Joyo adalah orang yang sakti dan sangat perhatian dengan masyarakatnya. Dengan tongkatnya Kyai Tunggul Wulung bisa menarik aliran sungai yang dahulunya berada di sebelah barat pekuburan di alihkan dengan tongkatnya ke sebelah timur pekuburan, Sehingga masyarakat tidak perlu menyebrangi sungai apabila mau ke pekuburan.

          Dengan dialihkannya sungai tersebut dalam cerita masyarakat diartikan dalam bahasa jawa kaligawe (Sungai yang di buat) sehingga munculah gagasan Kyai Tunggul Wulung untuk menamai daerah dan masyarakatnya Menjadi kaligawe. Dan Sampai sekarang tidak ada perubahan nama yaitu desa kaligawe.

          Cerita ini berdasarkan cerita mayarakat desa kaligawe secara turun temurun dibuktikan dengan adanya sebuah makom Kyai Tunggul Wulung di pekuburan kaligawe. Sampai sekarang makom kyai Tunggul Wulung ramai di ziarahi masyarakat kaligawe, khususnya para keturunan kyai Tunggul Wulung yang beragama islam. Sedangkan Makom Mbah Joyo berada di sebelah barat penduduk kaligawe memisah dengan pekuburan desa Kaligawe. Sampai sekarang makom Mbah Joyo di ziarahi oleh keturunannya.

Demikinlah Cerita Kyai Tunggul Wulung dan Mbah Joyo tokoh pemerhati dan pendiri desa Kaligawe yang kami cintai ini.

 

SEJARAH PEMBANGUNAN DESA KALIGAWE

Pada zaman penjajahan Belanda desa Kaligawe menjadi markas dan pembuatan senjata Tentara Indonesia.Tempatnya di hutan sebelah barat penduduk desa kaligawe. Pada saat itu pimpinan tentaranya bapak Ali Murtopo. Warga desa dengan kepala desa bapak Ahmad  ikut berjuang dan berswadaya secara suka rela membuat dapur umum memberikan makanan untuk tentara indonesia.Ini membuktikan bahwa masyarakat desa kaligawe giat menanam padi demi untuk perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia .Pada saat tentara indonesia terdesak Seluruh kepala desa se kecamatan kedungwuni mengungsi ke kecamatan Batur, kabupaten Wonosobo.Setelah keadaan aman seluruh pengungsi kembali ke desa masing-masing dan berjuang lagi melawan belanda.Tidak selang beberapa lama indonesia merdeka.Pada era pemerintahan kepala desa Bp. Ahmad adalah masa perjuangan untuk melawan penjajahan.

Setelah Indonesia merdeka pada masa pemerintahan kepala desa Muh Mukri (tahun 1956 sampai dengan 1972) swadaya masyarakat untuk membangun mulai tumbuh . Membuat Jembatan gantung yang selalu hanyut ketika banjir,kemudian ada Inisiatif untuk membuat pondasi jembatan. Kemudian mengalihkan jalan yang tadinya selalu kena banjir di alihkan ke tempat yang lebih tinggi.

Pada tahun 1972 sampai dengan tahun 1988 pada masa pemerintahan bapak M. Caram ada bantuan desa ( BANDES ). Pembangunan dengan swadaya pengerasan jalan dengan sertu, Tahun 1979 dibangun SD inpres , pembangunan jembatan depok .

Masa pemerintahan kepala desa Ahmad Sahal tahun 1988 sampai dengan 1998 banyak aliran dana dari pemerintah untuk membangun desa kaligawe. Seperti Program IDT ( Inpres desa tertinggal), BANDES, AMD,Listrik masuk desa. Diantaranya program tersebut untuk membangun jembatan beton , pembangunan balai desa Kaligawe yang lokasinya di tanah  desa, proyek makadam jalan desa, air bersih dukuh depok, Bendungan kali ngasem, kali kedonggondang. Sedang program IDT sangat membantu perkembangan ekonomi masyarakat desa Kaligawe. Juga banyak swadaya masyarakat untuk membangun diantaranya Mushola dukuh depok, madrasah Al-Falah desa  Kaligawe tahun 1991. Sektor pertanian masih menjadi andalan masyarakat desa kaligawe pada saat itu.

Pada masa pemerintahan kepala desa bapak Ubaidilah tahun 1998 sampai dengan tahun 2007 antara lain pengaspalan jalan desa kaligawe bersama TMMD. Pengaspalan jalan dukuh Kalikajar , bendung kali ngasem , jembatan depok , betonisasi jalan gang dukuh ngasem.

Masa Pemerintahan kepala desa ibu Siti Wasniah.Selain ADD adanya program PNPM Sangat membantu pembangunan desa kaligawe. Banyak programLainnya seperti dari pertanian, sosial, dan lainnya. Banyak pembangunan pada masa pemerintahan kepala desa ibu Siti Wasniah . Dari PNPM antara lain : bantuan sosial untuk anak yatim dan usaha tlaktor untuk usia jumpo,bidang ekonomi bergulir untuk pinjaman modal usaha ( UPK ) .Bidang fisik antara lain: pavingisi jalan gang,pengaspalan jalan , turap jalan,saluran air, Pembangunan PAUD,PKD, WC umum, jamban keluarga, rehab rumah, rehap atab, tempat sampah, dll. Bahkan pada tahun 2010 desa kaligawe mendapatkan dana paket untuk pengaspalan desa kaligawe- Kedungkebo,Kaligawe-Kedungkebo. Perekonomian masyarakat juga meningkat. Konveksi mulai tumbuh subur di kaligawe,

Pada tahun 2013 telah berakhirnya masa jabatan kepala desa ibu Siti Wasniah. Dan diadakan pemilihan kepala desa Kaligawe, Munculah tiga calon yaitu Bp Sakhur ,BP. Slamet khaerudin, dan Bp. Patikin, pada pemilihan tersebut di menangkan oleh bp.Patikin. pada masa awal pemerintahan ini pembangunan dengan swadaya masyarakat antara lain,: pembangunan jalan ke sungai ,pembangunan pagar pekuburan dukuh gumingsir, dan di giatkannya kerja bakti untuk membersihkan lingkungan masing-masing Rt. Banyak permintaan pembangunan di setiap Rt sehingga sangat perlu di buat RPJMdes, usulan –usulan masyarakat akan kami tuangkan dalam RPJMdes.

Masa Pemerintahan Bapak Patikin di awali pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2019.Selama pemerintahan Bapak Patikin banyak program-program yang sudah di laksanakan baik dari bidang pembangunan maupun bidang pemberdayaan selain melanjutkan program masa pemerintahannya Ibu Wasniah. Program pembangunan yang di lakukan meliputi pembangunan insfrastruktur jalan,Drainase saluran air,gedung paud.gedung TPQ,tempat fasilitas olahraga,dan lain sebagainya. Sedangkan program pemberdayaan yang di lakukan meliputi pemberdayaan bidang peningkatan kapasitas perekonomian dan bidang kesehatan.

Pada tahun 2019 masa jabatan Bapak Patikin berakhir dan diadakan pemilihan Kepala Desa Baru tepat di akhir tahun 2019 bulan Desember. Muncul dua calon yaitu Bapak Nurohman dan Bapak Khoirudin yang kemudian dimenangkan oleh Bapak Nurohman. Dan pada masa awal pemerintahan Bapak Nurohman yang di lantik pada tanggal 18 Desember 2019 masih melanjutkan program-program Pembangunan Bapak Patikin di akhir tahun 2019 bulan Desember diantaranya : Pembangunan Drainase Dukuh Gumingsir,Pembangunan Drainase Dukuh Ngasem,Pembangunan Atap Gedung,Pembangunan Jambanisasi,Pembangunan Tempat sampah, dan Pembangunan Taman Bermain Anak. Untuk itu demi kelancaran dan terstrukturalnya Kinerja Pada masa Pemerintahan Bapak Nurohman telah di buat RPJMDes baru lagi sesuai Visi Misi nya 6 tahun kedepan dalam menangani desa kaligawe dengan mensinkronkan Visi Misi  RPJM Daerah ataupun Pusat.di dalam RPJMDes tersebut yang pada dasarnya selain dari Visi Misi Kepala Desa juga Memprioritaskan segala usulan-usulan dari masyarakat sehingga apa yang kita kerjakan akan terdampak manfaatnya langsung ke masyarakat. Baik pembangunan insfrastrukturnya maupun ekonomi,kesehatan dan kesejahteraannya serta yang paling utama pembangunan Sumber daya manusianya agar lebih baik, kreativ dan santun dalam bermasyarakat.

TAMAT

Kaligawe,28 Februari 2020

Penyusun: Tim Pokja Perencanaan Desa Kaligawe

 

Narasumber

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Wilayah Desa

Aparatur Desa

Back Next

Sinergi Program

Agenda

Belum ada agenda

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Lokasi Kantor Desa


Kantor Desa
Alamat : Jl. Raya Kaligawe RT 01 RW 02
Desa : Kaligawe
Kecamatan : Karangdadap
Kabupaten : Pekalongan
Kodepos : 51174
Telepon :
Email : desakukaligawe@gmail.com

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung